1
Ini
cerita lanjutan dari kisah sebelumnya, tetap garing dan tidak menarik, tapi tetap
harus dibaca karna ini bukan lagu atau pun film. Aku lupa sampai mana waktu itu
aku cerita, yang jelas aku tetap seperti biasa, dan biasanya aku tampan, hanya
hari ini saja aku terlihat jelek, bukan karna faktor X. tapi karna ada kamu
disampingku. Siapa? Pacar temanku. Aku potong dulu bagian ini dan beursaha
fokus ke kamu, maksudku ke cerita kita, bukan maksudku ceritaku yang ku
ceritakan denganmu.
2
Ciwidey,
10.00 WIB aku sampai disana setelah tiga jam duduk di BIS MGI kalau tidak
salah, yang pasti BIS itu ber AC dan aku kedinginan, andai saja ada kamu
mungkin aku akan sedikit merasa hangat, tapi percuma karena sikap mu pun masih
dingin terhadapku. Oh ya, aku dan kawanku sudah turun dari BIS yang kurasa
dingin tapi kawanku tidak, karna dia masih merasa kepanasan setelah tahu calon
pacarnya diambil orang, siapa? Tita yang kuceritakan waktu itu. Kapan? Ga tau
lupa. Sialnya Didi malah curhat kepadaku padahal aku sendiri sama seperti dia,
iyah lapar, karna aku belum makan dari keberangkatanku waktu itu di Bandung.
3
Tapi ini bukan cerita tentang Didi, maaf Di, bagian mu sudah ku ceritakan waktu itu dan sekarang bagian teman ku yang lain yang mungkin kamu kenal. Dia bernama Bruno, hanya nama samaran yang dia buat sendiri dan orang lain tidak peduli. Jika kamu meyimak cerita diatas kamu pasti sudah mengenal Bruno yang ku ceritakan satu bait waktu itu, kasian yah? iyah. Ini cerita tentang kasih asmara yang dia belum ceritakan kepadaku, tapi aku tahu karna temannya bercerita kepadaku dimalam itu, malam yang aku merasa biasa saja karna tidak punya pacar. Bruno adalah seorang admin di salah satu Akun Twitter humor berahasa Sunda.
4
Saat
itu, Bandung, jam nya aku kurang tahu karna ini di dunia maya, TL Twitter lagi
rame rame nya (TL = Timeline), mulai dari adanya tukang online shop, tukang
promot, tukang Retweetin tweet orang, tukang harkos, tukang skill cewe orang
dan berakhir tragis seperti si Dani, tukang jawab pertanyaan dari akun yang
mengadakan kuis, dan aku tidak pernah menang karna tidak pernah ikut menjawab.
Kalian tahu lah itu hanya menjadi spam di TL. Kasihan Follower ku yang cantik
dan gemes gemes muka panda belum dibaju kalo harus ke spam oleh tweet tweet ga
penting dariku padahal sudah.
5
Tapi beda cara dengan teman ku, dia mulai membuka
interaksi dengan Follower akun nya dengan cara meminta pict wanita (Follower )
yang masih stalking TL TL mantan. Dan jeng jreng… Ika, bukan Ikeuh, karna ikeuh
biasanya orang jepang yang bermata sipit seperti terjepit belek made in china,
Ika ini orang bandung bukan orang utan, cantik tapi aku tidak mencintainya,
mungkin belum karna disini ada yang lebih dulu menyukainya, siapa? Bruno
temanku itu.
6
Ku
mulai ceritanya, tapi tunggu, aku mau beli dulu kopi dan segenggam kasih sayang
yang tulus. Oke, ku lanjut lagi, tapi ga tau mulai dari mana yang pasti si Ika
ini share pict ke akun Twitter teman ku itu. Betapa senang nya si Bruno ini
karna selain cantik di foto, Ika juga cantik kalo lagi senyum dan dagang orson
(orson = sejenis minuman yang terkenal di jaman nya). Dengan beberapa trick
skill nya dan omong kosong yang kurasa tidak terlalu peting Bruno berhasil
mendapatkan Ika, bukan orang nya, hanya Id BB nya saja (BB = Blackbangkong),
maaf aku plesetkan merk nya karna dia bukan sponsor ku.
7
Singkat
cerita
Bruno mulai spak spik kepada Ika yang belum menyadari bahwa Bruno itu
Goreng Patut (Goreng Patut = Tampan yang tidak jadi), bukan, Ika belum
menyadari bahwa Bruno itu Admin dari akun yang ku maksud tadi. Mulai
dari kata
“Hay” hingga berlanjut dengan kata “Met malam” “Lagi apa?” “Sudah makan
belum?”
“Tadi pagi keramas pake sampo pentin ga?” dan pertanyaan-pertanyaan lain
yang dibalas
oleh Ika 3 Abad kemudian, yah bualan bualan seperti itu memang tidak
baik untuk
nyekill. Tidak luput dari caranya yang selalu mengajak ke sebuah tempat,
entah sampai saat ini nama tempat itu apa, yang jelas tempat itu ada
tulisan D.A.G.O dan kalian tidak boleh popotoan disitu karna aku juga
belum.
8
7
Abad kemuadian akhirnya Ika bisa menerima kehadiran sosok Bruno itu, bukan
Bruno Mars tapi Bruno temanku, teman yang selalu Riweuh kalo di TL (Riweuh =
Baik hati dan tidak makan bata). Hubungan mereka semakin dekat dan semakin
akrab, namun saat Bruno menyatakan cinta…
“Ika…”
kata Bruno
“Euy”
jawab Ika
“Teu”
“Sip”
“Kamu
mau ga jadi pacar ku?”
“Kamu
punya apa?”
“Aku
punya dua kaki yang akan selalu mengajakmu pergi ke tempat yang kau sukai”
“Lalu?”
“Aku
punya dua tangan yang akan selalu menjagamu dari godaan tukang taperwer yang
terkutuk”
“Hemp…”
“Dan
aku punya cinta yang tulus dari dasar hati yang paling dalam sedalam sumur
jaman penjajahan di jaman Kerjaan Majapahit”
“Oh…”
“Jadi
kamu mau kan jadi pacar aku?”
“Maaf
kamu terlalu baik buat aku”
Dan
akhirnya Bruno pun ditolak. Demderemdemfak…
BERSAMBUNG...